Jumat, 05 Februari 2016

Kasus Indra Bekti, Ginanjar Tegaskan Tak Kenal Reza Pahlevi


Kasus Indra Bekti, Ginanjar Tegaskan Tak Kenal Reza Pahlevi


Kasus Indra Bekti, Ginanjar Tegaskan Tak Kenal Reza Pahlevi
Jakarta -
Reza Pahlevi dengan lantang mengaku mendapatkan dukungan dari Ginanjar untuk melaporkan Indra Bekti. Tapi sang komedian justru membantah telah mengenal Reza.

Ginanjar mengaku dirinya butuh waktu yang cukup lama untuk mengingat nama Reza Pahlevi. Namun makin lama ia mencoba mengingatnya, komedian '4 Sekawan' itu justru semakin yakin jika dirinya tak mengenal Reza.

"Emang dia (Reza) basic-nya apa sih? Kok ngaku-ngaku kenal saya," ujar Ginanjar heran saat berbincang lewat telepon, Kamis (4/2/2016).

Lebih lanjut, bintang situasi komedi 'Lika Liku Laki Laki' tersebut menuturkan dirinya juga tidak tahu apa motif Reza melaporkan Bekti serta menyeret namanya. Sebab ia kembali menegaskan tidak mengenal Reza yang mengaku berprofesi sebagai artis lepas itu.



"Nggak pernah ketemu (Reza) saya," tegas Ginanjar.

Sebelumnya, Reza menyertakan nama Ginanjar sebagai saksi dalam Laporan Polisi yang dibuatnya. Untuk mempolisikan Bekti, Reza mengklaim mendapat dukungan dari Ginanjar.

"Saya sudah didukung sama Bang Ginanjar '4 Sekawan'. Dia siap menjadi saksi kasus ini, soalnya dia juga kesal sama Indra," kata Reza usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (2/2) lalu.

Kejagung Harap Kasus 'Papa Minta Saham' Bisa Segera Naik ke Penyidikan


Kejagung Harap Kasus 'Papa Minta Saham' Bisa Segera Naik ke Penyidikan


Kejagung Harap Kasus Papa Minta Saham Bisa Segera Naik ke Penyidikan
Jakarta - Pemeriksaan terhadap Setya Novanto akan dilanjutkan pekan depan, setelah Kamis (4/2), baru menjawab 22 dari 36 poin pertanyaan yang diajukan tim penyidik Kejaksaan Agung. Walau belum dapat memastikan kapan status penyelidikan akan naik menjadi penyidikan, Kejagung berharap kasus ini dapat segera diselesaikan.

"Saya kira tak hanya Kejagung (yang ingin kasus segera selesai), tapi seluruh masyarakat juga menginginkan hal itu," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Amir Yanto saat dihubungi detikcom, Kamis (4/2/2016).

Amir mengatakan naiknya status penyelidikan ini ke penyidikan tergantung hasil pemeriksaan beberapa orang sumber keterangan. Setya Novanto pun menurut Amir, saat ini masih berstatus sebagai salah satu sumber keterangan.

"Yang namanya penyelidikan itu mencari dan menemukan peristiwa tindak pidana untuk menentukan bisa tidaknya sebuah kasus naik ke penyidikan. Ada 2 kemungkinan, bisa naik bisa tidak, semua tergantung hasil penyelidikan ini.

Sebelum naik ke tahap penyidikan, hasil keterangan sumber yakni Setnov, Sudirman Said dan Maroef Sjamsuddin ini nantinya akan terlebih dahulu dievaluasi oleh tim penyidik.

"Apakah nantinya (setelah evaluasi) ditemukan minimal 2 alat bukti, baru di sana akan ditentukan oleh tim penyidik. Jadi di sini Setnov itu salah satu sumber keterangan, karena belum ada tersangka, jadi diimbangi dengan hasil keterangan dari sumber yang lain," sambungnya.

Kejaksaan Agung pada 4 Februari kemarin memeriksa Setnov sebagai saksi dalam dugaan kasus pemufakatan jahat meminta saham ke PT Freeport Indonesia. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB pagi.

Novanto baru keluar dari ruang penyelidik menjelang pukul 15.00 WIB. Dia diperiksa penyelidik Kejagung selama kurang lebih tujuh jam.

Astronom Amatir Gencar Sosialisasi Gerhana Matahari ke Sekolah di Makassar


Astronom Amatir Gencar Sosialisasi Gerhana Matahari ke Sekolah di Makassar

Astronom Amatir Gencar Sosialisasi Gerhana Matahari ke Sekolah di Makassar

Jakarta - Semakin dekatnya gerhana matahari total 9 Maret 2016 membuat komunitas Astronom Amatir Makassar (AAM) makin gencar kampanye ke sekolah-sekolah agar menikmati fenomena langka itu. Pengurus AAM berharap dengan safari ke sekolah-sekolah nantinya penonton gerhana akan bertambah ramai.

AAM yang berdiri pada Mei 2015 ini berbagi informasi ilmiah soal gerhana matahari sehingga pelajar tak menganggap gerhana berbahaya. "Sejauh ini respon sekolah lumayan bagus dan mereka apresiasi dan mendukung," kata Koordinator Pengamatan Gerhana AAM Dimas kepada detikcom.

Dimas bercerita, saat sosialisasi ke sekolah-sekolah ternyata masih ada murid yang terpengaruh oleh mitos soal gerhana. "Salah satu dari murid bertanya ke saya, 'Emang di luar angkasa ada ikan raksasa?'" ujarnya.

Setelah ditelusuri, rupanya cerita soal ikan raksasa itu datang dari keluarganya. Kerabat itu rupanya masih terpengaruh oleh gerhana matahari total 11 Juni 1983 yang melintasi daerah Sulawesi Selatan.  "Memang saat itu banyak sekali mitos yang berkembang soal gerhana matahari," ujarnya.

Selain mendatangi sekolah, AAM juga mengamati gerhana di Makassar dan Palu. Rencana menyaksikan gerhana matahari ini sudah disiapkan sejak 4 April 2015 saat mereka mengamati gerhana bulan total.

Pengamatan di Makassar akan bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin dan lokasi pengamatannya di halaman fakultas tersebut. Sementara observasi di Palu, AAM akan berkolaborasi dengan rombongan Himpunan Astronom Amatir Jakarta di halaman SMAN 8 Palu.

Dimas berharap saat gerhana nanti cuaca akan bersahabat sehingga keindahannya bisa dinikmati. Gerhana di Palu akan dimulai pada pukul 07.27 WITA, gerhana total pada 08.37 WITA, dan berakhir pada 10.00 WITA. Totalitas gerhana matahari akan berlangsung selama 2 menit 4 detik.

Ngaku Ingin Gaya-gayaan di Depan Polisi, TNI Gadungan ini Dicokok Anggota Kodim


Ngaku Ingin Gaya-gayaan di Depan Polisi, TNI Gadungan ini Dicokok Anggota Kodim

Ngaku Ingin Gaya-gayaan di Depan Polisi, TNI Gadungan ini Dicokok Anggota Kodim
Jakarta - Seorang oknum tentara gadungan berpangkat Marsda bernama Edison P (52) diamankan TNI di Asahan, Sumut. Kepada petugas, ia mengaku dirinya melakukan hal itu karena ingin gaya-gayaan di hadapan polisi.

"Ia diamankan semalam sekitar 23.45 WIB di Kecamatan Rahuning. Ia juga mengaku anggota BIN," kata Pas Intel Kodim 0208/Asahan, Lettu Inf Nuryanto dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (5/2/2016).

Nuryanto menjelaskan, saat itu pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasannya ada yang mengaku sebagai tentara. Petugas yang mendapatkan laporan hal itu langsung menuju ke lokasi yakni di Kecamatan Rahuning, Asahan.

"Ketika itu, petugas curiga dan meminta kartu anggotanya. Tentara gadungan ini lantas beralasan bahwa kartu anggota dan surat dinasnya tertinggal di Jakarta," ujar Nuryanto.

Petugas pun semakin curiga dan memeriksa rumah Edison. Ketika diperiksa, petugas menemukan sepucuk air softgun, sangkur dan beberapa alat bukti lainnya. Setelah itu, Edison pun dibawa ke Makodim 0208/Asahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Dihadapan petugas, tentara gadungan ini mengaku bahwa dirinya mengaku sebagai perwira tentara karena ingin gaya-gayaan dihadapan polisi," terang Nuryanto.

Atas hal itu, oknum tersebut diamankan di Kodim 0208/Asahan. Untuk selanjutnya, tentara gadungan itu diserahkan ke Polres Asahan.

Kamis, 04 Februari 2016

Cegah Serangan DBD, Brigadir RW di Bandung akan Datangi Rumah Warga


Cegah Serangan DBD, Brigadir RW di Bandung akan Datangi Rumah Warga

Cegah Serangan DBD, Brigadir RW di Bandung akan Datangi Rumah Warga
Bandung
 - 
Warning disampaikan Dinkes Jabar berkaitan masih tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD). Kewaspadaan perlu ditingkatkan agar serangan penyakit mematikan ini tak mewabah. Polisi di Kota Bandung turun tangan mengajak warga memberantas sarang nyamuk penyebab DBD.

"Kami segera menyampaikan kepada Babinkamtibmas dan Brigadir RW yang selama ini langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk bersama-sama mencegah DBD," kata Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Renny Marthaliana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (4/2/2016).

Menurut Renny, personel Babinkamtibmas dan Brigadir RW yang tersebar di seluruh Kota Bandung, nantinya mendatangi warga untuk menyampaikan imbauan waspada penyakit DBD. Selain itu, sambung dia, polisi turut menggelorakan semangat gotong royong bebersih lingkungan.

"Polisi mengajak warga membasmi sarang nyamuk dengan cara membersihkan saluran air, memerhatikan genangan air yang menjadi tempat jentik nyamuk, serta melaksanakan fogging," ucap Renny.

Antisipasi dan kewaspadan masyarakat terhadap penyebaran penyakit DBD bukan tanpa alasan, karena mengingat saat ini di Kota Bandung bertepatan musim hujan. Nyamuk aedes agypty pembawa virus dengue yang menyebar ke manusia melalui gigitan ini dapat bersarang dan berkembang di air bersih.

"Para Kapolsek di wilayah hukum Polrestabes Bandung akan meneruskan ke Brigadir RW dan Babinkamtibmas untuk mengimbau masyarakat waspada bahaya DBD," tutur Renny. 

Soal Jual Ginjal, Menkes: Paling Baik Orang Meninggal Berikan Donasi Organnya


Soal Jual Ginjal, Menkes: Paling Baik Orang Meninggal Berikan Donasi Organnya


Soal Jual Ginjal, Menkes: Paling Baik Orang Meninggal Berikan Donasi Organnya Jakarta - Menkes Nila F Moeloek bicara mengenai jual beli ginjal. Menurut Nila, tidak 
Menurut Nila, bagaimanapun mereka pasien yang membutuhkan donor ginjal harus ditolong.

"Mesti ditolong, saya tetap harus menolong dan kebetulan ada ginjal dari keluarga kamu itu jauh lebih baik," tuturnya.

"Tapi kalau ada ginjal, jual beli, dan saya ikut campur itu salah saya. Tetap kemanusiaan harus kita tolong," tutup dia. 

RSCM Digeledah Polisi Terkait Kasus Ginjal, Menkes: Kalau Ada Oknum Silakan Proses


RSCM Digeledah Polisi Terkait Kasus Ginjal, Menkes: Kalau Ada Oknum Silakan Proses

RSCM Digeledah Polisi Terkait Kasus Ginjal, Menkes: Kalau Ada Oknum Silakan Proses
Jakarta - RSCM digeledah Bareskrim Polri terkait kasus sindikat penjualan ginjal. Belum diketahui apa kaitan RSCM dengan penjualan ginjal itu. Ada kabar yang beredar, operasi dilakukan di RSCM.

Apa kata Menkes Nila F Moeloek?

"Kalau memang ada jual beli organ dan terlibat ya sisinya hukum. Kita tidak boleh memperjualbelikan organ. Jadi memang diketemukan ada oknum atau ada yang terlibat ya kita serahkan ke polisi," jelas Nila di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Menurut Nila, bila ada dokter yang terlibat dia tidak akan melindungi.

"Memangnya saya harus melindungi yang bersalah? Ya tidak. Apa boleh buat. Proses hukum adalah hukum. Kalau kena ya mesti dihukum," jelas dia.

Oknum dokter bila benar ada yang terlibat, akan diberi sanksi dari sisi dokter. Menurut Nila, soal pengaturan transplantasi organ tengah dibuat aturannya.

"Sanksi pasti. Kalau tidak ini akan melebar luas ini jual beli organ, ini nggak boleh. Karena itu saya ingin, dulu sudah ada tim untuk membicarakan transplantasi ginjal dan stemsel. Dan ini harus dilindungi oleh payung hukum. Memang Perpresnya belum keluar, kami sekarang akan mengambil jalan tengah," urai dia.